Millionaires :)

Selepas akhir Januari, pandangku tertuju pada sebuah kalender kecil di atas meja kerjaku. Barisan tanggal di bulan dua tahun ini sudah hampir penuh dengan lingkaran. Rasanya akan menyenangkan punya beberapa hari senggang di awal bulan ini, batinku sembari mengetuk pelan kalender dengan jemariku tanpa sadar.

Tiba – tiba aku dibuyarkan dari lamunan oleh sebuah panggilan.

“Ron, ada paket buat lo nih.” ujar Nandra rekan sekantorku di bagian lantai yang lain gedung ini.
“He? Oh iya makasih ya ndra…” jawabku sedikit terkejut, lantas berdiri mengambil sebuah paket yang disodorkannya padaku.

Ku hentikan sejenak pekerjaanku untuk memperhatikan sebuah kiriman yang telah sampai di hadapanku ini. Kotak kado berbentuk persegi panjang dengan balutan warna biru metalik. Kurasa aku pun tak perlu sampai menerka – nerka siapa gerangan yang mengirimkan paket ini padaku. Sebab dari sampul tanpa nama pengirimnya ini, aku sudah tahu ia siapa.

Setelah membuka ikatan pita pada kotak kado itu, kuangkat perlahan penutup atasnya. Di dalamnya kutemui dua helai potongan kertas dan sebuah kertas ucapan berwarna jingga. Sebuah ucapan selamat ulang tahun dan sepasang tiket konser band tertanggal 7 Februari (lalu) di Jakarta. Lagi – lagi memang tak ada namamu, tapi aku tahu siapa dirimu yang mengirimkan ini semua. Ada torehan khas tangan seseorang yang ku kenal di sana. Dan kamu pun juga sudah tau aku menyukai band itu sedari masih sma dulu.

Sebenarnya aku sendiri pun hampir membeli sendiri tiket itu dalam beberapa waktu dekat ini. Siapa sangka ada kejutan manis yang tak kuduga – duga.

Dibalik salah satu tiketnya ada secarik kertas kecil tulisan tanganmu,

“Nonton sama aku ya. 🙂 ”


Tak bisa kusembunyikan rasa senangku saat itu. Kalau senang dan malu begini biasanya wajahku memanas dan memerah sendirinya. Aku pun juga senyum – senyum sendiri dibuatnya. Hingga beberapa rekan di seberang kubikel kantorku sontak bertanya,

“Ngapain lo Ron senyum – senyum sendiri?” tanya teman – temanku sembari tertawa meledek

“Hahah, mau tau aja lo…” jawabku sekenanya.

Singkat saja, aku segera merogoh ponsel pintar dari saku celanaku. Menuliskan sebuah pesan balasan untuk sang pengirim kado.

“Tiket pesawatnya nggak sekalian nih?” kutekan enter dan pesan itupun terkirim

Tak sampai 5 menit, pesan balasan darinya kuterima.

“Yee, maunyaa! Beli sendiri yaa :p”

Ku lirik jam di pergelangan tangan kiriku, beberapa saat lagi waktunya pulang. Alhamdulillah.


Sekitar hampir pukul 6 sore aku sudah sampai di depan rumah. Dengan membawa paket tadi di lengan kiri ku, aku berjalan perlahan ke pintu rumah. Ku ketuk pelan sembari mengucapkan salam. Dari dalam rumah ku dengar suara balasan salam dan langkah kecil berlarian mendekat. Sekejap pintu rumah pun terbuka dan di hadapanku sudah berdiri seseorang yang menyambutku dengan senyuman.

“Eh, mas udah pulang…” ujarnya dengan tatapan sembunyi – sembunyi ke arah lengan kiriku. Dia tersenyum sambil menyembunyikan tawa kecilnya.

“He he iyaa, abisnya ada yang bikin pengen cepet – cepet pulang.” jawabku yang aku pun malu ketika sadar dan mengetik ulang ini sekarang. Sembari memberikan padanya sebuah ikatan yang sedari tadi ku sembunyikan di balik punggung dengan lengan kananku.

Aku dan dirinya jadi saling kikuk dan malu – malu sendiri. Aneh rasanya, kenapa senang tapi kok malu juga. Apa memang yang seperti ini namanya bahagia saling mencintai? Sejak akhir januari awal tahun ini aku dan dirinya sudah tinggal bersama, dan debar – debar di dada itu nampaknya tak kurung juga padam sejak pelaminan hingga kini. Alhamdulillah.

Kami pun masuk ke dalam rumah,  menuju sofa di ruang tengah. Aku mengambil posisi duduk mendekat padanya, dan ia pun menyenderkan badannya pada bahu kananku.

“Kenapa harus dikirim ke kantor segala?” tanyaku penasaran

“Hmm… biar ada yang bikin seneng kamu di kantor…” jawabanmu belum selesai, tapi sudah ku potong,

“Maksudnyaa?”

“Iyaa, habis kamu kan serius banget kalau udah kerja kayak robot… Pasti kamu tadi senyum – senyum sendiri ya di kantor pas nerima? Haha” tawamu meledekku. Kamu memang sangat mengenalku ya?

“Huuh kata siapa? sok tauu, dasar kamu mah yaa…” wajahku mulai memanas, aku malu, sembari mencubit hidung mungilmu itu sebagai balasan kejutan kecil bahagiamu tadi. Yang kamu balas dengan tepukan pelan di punggung tanganku itu.

“Makasih juga yaa bunganyaaa…” jawabmu sambil merangkul erat lengan kananku.

“Ssst.. aku yang seharusnya banyak terima kasih sama kamu. Ada aja kejutan bahagia dari kamu.”

Kini giliran aku yang merangkul erat dirinya, sedikit ku usap ubun kepalanya lalu kucium pelan.

Dalam hati aku bergumam, Ya Tuhan sungguh aku sangat berterima kasih dan beryukur padaMu, Engkau nyata – nyata telah begitu menyayangiku dengan menjodohkanku bersama perempuan yang baik lagi penyayang ini. Lantas apalagi alasanku untuk tidak menyayangi dirinya?


Aku tahu bulanmu masih lama, tapi rasanya kali ini aku harus segera membuat pengecualian. Kejutan yang datangnya lebih awal. Karena tertanggal 10 April nanti giliran band kesukaanmu yang mengadakan konser di Jakarta.

Malam itu saat kamu sudah tertidur di atas pembaringan, diam – diam aku merangsek ke lemari tempatmu menyimpan perangkat solat. Kuselipkan sebuah kertas kecil di dalam tas mukena milikmu, dan kini giliran aku yang berpesan padamu,

“Nonton sama aku (lagi) ya 🙂 ”

Esok paginya aku terbangun, dengan senyuman wajahmu tepat di hadapan wajahku. Seolah sudah memandangiku sedari tadi. Manis sekali senyumanmu pagi itu. Ya Tuhan mimpi apa aku semalam, pagi – pagi aku kok ya sudah disambut senyuman perempuan secantik ini.

Sembari masih mengerjapkan kedua kelopak mataku, aku berusaha untuk segera bangun sepenuh sadar. Namun belum sempat aku sempurna duduk terbangun, kamu sudah mengecup pipi kananku lembut. Terima kasih lagi katamu berikut panggilan sayangmu padaku.

Jangan tanya bagaimana aku dapat menjelaskan hariku. Pagi itu terasa begitu manis. Andai saja bisa, aku pasti akan memilih untuk tidak berangkat kerja dan membersamaimu di sepanjang hari. Tetapi nyatanya aku tetaplah orang yang paling beruntung karena bukan hanya sebatas “di sepanjang hari ini” saja. Aku justru bisa membersamaimu selamanya, sepanjang waktu dariNya, dan selama ridhaNya membersamai kebersamaan kita. Alhamdulillah.

” Spending our time like we are millionaires”

” Oh, if time was money, yeah we’d be worth a fortune. I swear you may think you’re rich. You could have a million euro but you cant buy this. “

Sumber gambar : Youtube.com


28 pemikiran pada “Millionaires :)

  1. Saking bahagianya sampek nggak nyadar typo di mana mana…

    Tapi seharusnya yang jomblo nggak usah baca. Yang udah married belasan tahun aja baper…

    Selamat saling menghalalkan, semoga sakinah, mawaddah wa rohmah sampai ke jannah. Aamiin…

    Disukai oleh 2 orang

  2. Aku bayangin kak Toro sama istri tau nggak pas lagi baca ini 😆
    Eniwei, mau fiksi atau bukan, aku turut senang bacanya kak, manis dan pastinya bikin baper ya wkwkwk

    Ditunggu kisah manis selanjutnya!^^

    Disukai oleh 2 orang

  3. So sweet sekali ceritanya, suka sangatlahh..😊 tambah termotivasi lagi nih buat nulis.. Aku baru2 punya blog, pengennya dari dulu punya blog, tapi baru ngehh sekarang..wkwkwk sebenernya dari dulu emang udah suka nulis bikin cerita, cerpen, pokoknya seneng aja merangkai kata2 buat dijadiin cerita gitu kaakk..
    Yahh, jadi curhat 😅 hihi
    Btw, cerita kaka bagus2 semuaa.. Lanjutkan ya kak..fighting!!!💪🙏 aku suka. Dan salam kenal ya kaka “si rakun kecil” hihi 😁

    Disukai oleh 2 orang

    1. Salam kenal mba Chintyaa! aku Toro 😀

      Hehe samaaa aku juga seneng rasanya kalau udah nulis/ngebagi ceritaaa, makin seneng lagi kalau tahu ada yang baca dan suka, alhamdulillah XD

      Waah makasiih mba Chintyaa udah bacaa :”””
      Tulisan kamu juga baguus tahuu! Ayoo ditunggu lagi tulisan – tulisan berikutnyaa, semangaaat! 😀

      Tulis aja apapun itu, soal kualitas nanti semakin banyak nulis dan baca pasti belajar sendirii :3

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s