Kata

2013

Lima tahun silam pada satu kesempatan di sebuah perguruan tinggi, salah seorang petinggi bertanya kepada mahasiswa di kelasnya. Tentang apa harap dan impian yang ada di tiap – tiap mahasiswanya. Sudah sewajarnya, masing – masing dari mahasiswa tersebut sibuk mempersiapkan jawaban – jawaban hebatnya sendiri. Impian besarnya yang kebanyakan tak jauh – jauh soal jabatan dan karir di kementeriannya kelak. Sampai akhirnya tiba giliran seorang anak laki bersama jawabannya yang tak diduga.

“Saya ingin menjadi gamer sejati pak, dan menulis buku pak!” jawabnya lantang di tengah keheningan kelas.

Seluruh teman memandangi dirinya dengan keheranan, berikut petinggi kampus tersebut. Bagaimana tidak, ketika setiap mahasiswa begitu berhati – hati dengan pilihan kata – katanya, dia justru berkata yang demikian, jauh dari kata – kata impian penuh akademis. Untuk sepersekian menit mereka semua terdiam, tetapi laki – laki ini tak bergeming. Dengan mata berkaca – kaca penuh keyakinan ia menjelaskan rentetan impiannya, hal yang baginya bukanlah sebuah bualan atau khayalan.

Beberapa saat kemudian pecah gelak tawa di dalam ruangan. Tawa yang karena terkejut tak menduga seorang sepertinya ternyata punya mimpi yang demikian.

“Termasuk saat ini pak, kelak saya pasti menuliskan kisah tentang saya berujar mimpi seperti ini di buku saya, dengan teman – teman dan bapak sebagai saksinya.” pungkasnya yakin.

Dadanya gemetar, jantungnya berdegup begitu kencang. Ia berhasil mengungkapkan impiannya, tanpa sebuah ragu sedikitpun. Ia benar – benar melakukannya. Gila, di depan pejabat ia bisa ngomong begitu sebelum penempatan karirnya pula!

Gelak tawa tadi berakhir gemuruh tepukan tangan. Kurasa bukan lantaran kalimat – kalimat penjelasan impiannya, tetapi lebih karena di sana sedang berdiri seseorang yang sedang jujur dengan impian dan tekadnya. Percaya bahwa kelak kata – katanya nanti akan kembali terbukti.


2015

Dua tahun berikutnya, di sela sebuah masa pendidikan lelaki ini kembali dihadirkan pada sebuah tempat dan pertanyaan yang mengingatkannya pada janji di masa lalu. Ia kembali ditanya tentang apa impian dan harapan yang akan segera diwujudkan dalam waktu dekat ini, dalam waktu kurang dari satu tahun.

Jawabannya singkat, memberangkatkan kedua orangtuanya berhaji dan menulis bukunya sendiri. Kelihatan tak masuk akal dalam waktu yang begitu dekat kala itu. Tetapi siapa yang menduga, hanya selang dua hari dari pertanyaan kala itu buku pertamanya telah diterbitkan. Tak bisa dibayangkan bagaimana bahagianya menjadi seseorang yang dapat membuktikan kata – kata dan impiannya. Di susul akhir tahun harap impian untuk kedua orangtuanya pun juga dikabulkan oleh Tuhan. Alhamdulillah.

Berturut – turut di tahun 2014 s.d. 2016 pun lelaki ini juga tak melupakan impian lainnya, sebagai seorang gamer. Semester kedua di 2014, ia bersama teman – temannya mengikuti kejuaraan pertandingan game kesukaannya meski belum juara satu tetapi ia dan teman setimnya sudah bisa membawa hadiah yang tak sedikit, bagian terpentingnya adalah ia sudah memperjuangkan impiannya. Sejujurnya ini bukan kejuaraan kali pertamanya, pada tahun 2008 dan 2009 pun ia sempat menjuarai beberapa turnamen di Surabaya dan Jakarta. Terakhir di 2016 ia sempat menjuarai turnamen di sebuah divisi se-Asia Tenggara.

Setahun berikutnya di triwulan satu awal tahun 2017 ia kembali membawa berita bahagia kepada orang – orang di sekitarnya. Rupanya ia telah menerbitkan buku keduanya!

Dirinya sendiri pun tak pernah menyangka begitu kuatnya arti sebuah kata – kata impian yang dibersamai dengan tekad kesungguhan dari hati. Begitu kuatnya magis sebuah kata – kata dalam tulisan dan perkataan. Tetapi sejatinya ini bukan kali pertama hal yang demikian terjadi pada hidupnya.


2010

Delapan tahun lalu, ia telah membuktikan untuk kali pertama betapa kuatnya sebuah tulisan dan keyakinan membekas dalam benak dan perjuangan hidup dirinya.

Pertama kali ia menulis bukan pada kanal blog pada umumnya, ia singgah pada sebuah blog mandiri milik sebuah komunitas pelajar yang saling berbagi pengalaman dan pengetahuan (https://twitter.com/spmblover) . Dari awalnya yang hanya mencari tahu, akhirnya ia pun ikut bergabung di dalamnya berbagi cerita tentang sebuah kisah panjang usahanya dalam mendapatkan perguruan tinggi yang ia inginkan. Berbeda dari kebanyakan teman – teman sekomunitasnya yang berbagi cerita usaha seperti pada umumnya, ia membawa hal yang lain. Lagi – lagi tak jauh dari romansa. Perjuangannya mencari perguruan tinggi idaman dibersamai dengan keinginannya untuk bisa sekampus dengan perempuan pujaan hatinya kala itu. Hampir setiap pengumuman ujian blog miliknya di sana ramai dengan pertanyaan, apakah akhirnya lelaki ini diterima di PTN yang sama dengan pujaan hatinya? Ceritanya panjang, dan ia hanya sempat menyimpan sedikit tulisan lamanya di sini https://mortyfox.blogspot.co.id/  ( dengan gaya menulis yang masih acak – acakan tentunya)

Akhirnya? Usaha dan keyakinannya untuk dapat membersamai si gadis di PTN akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil diterima pada PTN yang sama dengannya. Siapa yang menyangka, seorang laki – laki bodoh sepertinya ternyata bisa satu perguruan tinggi dengan perempuan cantik dan terpintar di sekolahnya. Dan ia pun menceritakan semua kisahnya pada sang perempuan, membagi semua tulisan – tulisan tentang rentetan usaha darinya selama ini. Meski semuanya nampak indah ternyata Tuhan punya rencana baik yang lainnya. Lelaki ini tak bisa membersamai sang gadis atas segala panjang usahanya.

Dikarenakan satu dan dua hal garis dalam hidupnya, ia harus memilih jalan yang lainnya. Perguruan tinggi lain dari deretan PTN yang juga telah menerimanya.


2010 – 2013

Keputusan atas pilihan dan keyakinan baik bahwa Tuhan memilihkan takdir terbaik untuknya benar – benar nyata apa adanya. Atasnya dia diberikan pendidikan yang terbaik baginya kelak di masa depannya nanti, ia pun dipertemukan dengan seorang perempuan baik yang membersamainya.

Ia pun mulai menulis kisah – kisahnya pada rumah pertamanya di wordpress.

Hampir seluruh tulisannya berisikan kisah, puisi dan segala hal tentang ia dan seseorang yang menemaninya. Setiap kata yang ia tuliskan kembali sepenuhnya tertuang bersama impian dan tekad dari hati seorang laki – laki. Namun baru kali ini ia bertemu dengan kenyataan yang lain. Kenyataan bahwa tak semua impian dan tekadnya dapat diwujudkan.

Ia belajar, bahkan belajar cukup banyak bahwa hidup memang selalu membawa deretan kisah perjalanan. Kisah yang tak ada henti – hentinya bersambungan satu sama lain, membentuk jalan cerita diri dan kehidupannya.

Jika bukan karena keras kehidupan mungkin ia takkan pernah belajar tentang bagaimana menentukan sebuah pilihan hidup, dan tentang bagaimana ia dapat menerima kenyataan.

Dan jika bukan karena manisnya jalan kehidupan mungkin ia takkan pernah belajar tentang bagaimana menghargai sebuah ketentuan, dan tentang bagaimana ia mengupayakan harapan.


2010 – 2018

Delapan tahun lamanya lelaki ini menulis, rasanya takkan bisa cukup menuliskan apa yang ia dapatkan dalam kumpulan delapan ratus kata. Begitu banyak yang terjadi dalam hidupnya, tetapi dengan perjalanan menulis kisahnya selama ini ia telah menangkap sesuatu;

“Sebuah harap dan impian hadirnya hanyalah ibarat kumpulan kata, yang jika mereka kita ikat kuat dengan tekad  usaha dan keyakinan hati, barulah sang kata tadi akan menjadi nyata.”

Menulis mengajarkan saya, bahwa saya bukan hanya sedang menorehkan kata. Tetapi juga sedang menghadirkan yang nyata (dalam hidupnya).


Ditulis untuk mengikuti Giveaway Obrolin yang bertema : Apa manfaat terbesar ngeblog yang sudah dirasakan? 

Terima kasih untuk Mulya , Kunu , Ziza yang udah mention buat ikutan GA ini, hehe walaupun mepet  – mepet alhamdulillah bisa ikutan berbagi tulisan 😀

Nggak lupa juga karena rayuannya Arin , akhirnya saya pun luluh ikutan. Duh siapa sih yang bisa tahan kalau dirayu “begitu” sama perempuan yang satu ini :p

Sejujurnya ketika saya diminta mengajak 3 orang saya berpikir juga, ngajaknya kok diakhir2 banget. Ini ngajak apa sengaja ninggal (?)  , jika memang boleh mengajak, saya ingin mengajak ketiga sosok bunda bagi saya yang luar biasa, dengan segala tulisannya Bunda Meutia , Bunda Dyah , dan Bunda Ida

23 pemikiran pada “Kata

  1. Terima kasih udah berbagi pengalaman, Mas. Saya juga udah baca blog lama Mas Toro. Perjuangan banget ya Mas untuk membersamai dia 😂😂 Mas yg berhasil sekampus brg, saya jd ikutan girang haha 😀

    Tapi, dari tulisan Mas Toro yg dulu saya belajar, menjadi diri sendiri itu penting. Meskipun tujuan kita sama yaitu sama2 ingin meraih keberhasilan, kita berhak memilih cara dan jalan sendiri 😀

    Disukai oleh 1 orang

    1. Duuh sebenernya aku malu, dan blog itu ku private baru kemarin dibuka lagi buat tulisan ini hehe.

      Alhamdulilllaaah makasiih Mba Shintaaa, senang bisa berbagii hehe, sama – sama belajar akunyaa dari Mba Shintaaa jugaaa :”D

      Suka

      1. Aku pun pernah private’in blog saat sma mas hehe terus, saat ini pingin baca-baca lagi. Tapi, lupa passwordnya :” Nggak usah malu, Mas Toro. Sebab, tulisan lama bisa jadi cermin untuk diri sendiri. Kita bisa mensyukuri atas apa-apa yang sudah terjadi dan mensyukuri ternyata diri ini sudah banyak berubah menjadi lebih baik 🙂

        Terima kasih, untuk tulisannya ya Mas 🙏🙏

        Disukai oleh 1 orang

  2. Om toroo, kenapa ini tulisannya menampar sekali, eh aku berkaca-kaca lho bacanya. Disaat aku pengen menyembunyikan segala tentang ‘aku’ di dunia blog Dan skeptis sama mimpi aku sendiri lalu nyalahin segala keterbatasan fasilitas Dan lingkungan yang gak ideal.

    Disini om nulis tentang tekad. Oh, aku begitu terpukul.
    Aku suka tulisan om, selalu Ada spiritnya yang nyampe. Love yaaaaa, terimakasih udah nulis ini 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Love yaaaaa Sonyaa,

      Aku pun ngerasain apa yang kamu rasain juga. Ngga semudah itu mencoba terbuka dan berbagi sedang diri sendirinya aja belum “yakin”.

      Tapi entah kenapa rasa ingin berbagiku nampaknya lebih besar dari semua ketakutan/kekhawatiran ku sendiri, bisa sharing terlebih “saling” buatku itu rasanya menyenangkan. Akhirnya selain berbagi ke oranglain, ternyata aku juga berbagi buat diriku sendiri, semacam reminder–pengingat siapa,kenapa,dan mengapa “aku”.

      Alhamdulillaaah, Sonyaa semangaaat semoga kamu selalu bersama ridha baikNyaa, you’ve got so much potential :”)

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s