Konstelasi

Bagaimanapun juga hingga kini aku masih saja selalu dibuatNya takjub. Bagaimana dengan sedemikian garis ketentuanNya, sesuatu yang begitu luas nan jauh tiba – tiba saja terasa begitu dekat karenaNya. Sebaran titik – titik yang tadinya ku kira berdiri acak ternyata justru berdekatan karena sebuah alasan mengejutkan yang tak lama baru kusadari.

Layaknya konstelasi bintang yang kukira bertebaran acak di langit malam, ternyata bintang – bintang itu tampak berhubungan membentuk suatu pola jika kamu benar – benar mengamatinya. Dari luasnya dimensi tiga malamku entah bagaimana pada lukisan langit malam itu tiba – tiba aku menemukanmu. Meski aku juga tak tahu apakah ini hanyalah seumpama asterisma tanpa astrofisikanya?


Ternyata aku salah. Ku kira kita adalah hal asing dari antah berantahnya masing – masing, rupanya kita dari rasi bintang yang sama. Dari semua kemungkinan, bagaimana ini bisa terjadi ya?

Ku ceritakan padamu, bahwa nyatanya memang ada banyak bintang dari rasi kita di sekitaran sini. Hal yang bahkan mungkin tidak pernah kamu duga sebelumnya, benar bukan?

Sebelumnya aku ingin kamu tahu, menyenangkan bagiku bahwa kenyataannya aku bisa bertemu denganmu di langit – langit yang belum ramah ku kenal. Meskipun aku tetap saja tidak bisa menutupi rasa sungkan dan heran ku padamu. Mengapa kamu sama sekali tidak merasa asing padaku?


Aku bertanya padamu, ”Aku bukanlah gugus bintangmu, namun mengapa kamu sedikitpun tak merasa asing denganku?”

“Kita dari rasi bintang yang sama, bukan?” pungkasmu pendek, begitu ramah padaku.

Ya, kamu benar. Aku mengiyakan jawabanmu dalam hati. Meski masih saja menyimpan tanya, apa memang semuanya bisa sesederhana itu?


Sudah berapa malam terlewati? Sudah berapa kali langit kita masing – masing berotasi? Sungguh ku kira ini baru beberapa hari, tentu saja bagi hitungan waktu di planetku, Bumi.

Namun rasanya ini begitu kelam. Dan aku begitu kehilangan. Walaupun nyatanya kita berada pada titik yang sama, langit dan dimensi tiga yang sama. Tetap saja rasanya berbeda, dan ini menyesakkan.

Dari semua kemungkinan yang ada, aku benar – benar tak mengerti lagi. Ku kira hanyalah arah rotasi kita yang berbeda, ternyata kita punya beda yang lain. Tatanan surya hidup kita tidaklah sama.

Kamu dan aku punya matahari yang berbeda.


Sumber gambar: Google.com

6 pemikiran pada “Konstelasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s