Aku Menyukai Lautan

Aku menyukai lautan,

Itu jawabku jika suatu waktu nanti kamu bertanya padaku tentang hal itu. Meskipun kamu pun tahu bahwa diriku ini bahkan sama sekali tidak bisa berenang. Aku hanya bisa dan terbiasa mengagumimu dari tepian garis pantai.


Aku menyukai lautan,

Melihat baris gulungan ombak yang selalu datang beriringan tanpa pernah terputus. Menarik dan mengulur di waktu yang bersamaan berulang kali. Membasuhi bibir pantai tak henti – henti.


Aku menyukai lautan,

Gemuruh semilir angin yang berhembus di antaranya. Ditemani kicauan burung yang beterbangan di langit sana. Juga suara deburan ombat lautan itu sendiri.

Aku menyukai lautan,

Memandangimu yang ada di sana. Meski aku hanya diam dalam heningnya. Asal kau tahu, aku memanggil namamu berulang kali, hingga nadaku lambat laun menjadi lirih. Bukan karena ku lelah, namun karena ku takut suaraku menggaduhi tenangnya lautan.

Aku tetap menyukai lautan, meski lautan tak sedikitpun berbicara padaku.

Memperhatikanmu, jadi caraku untuk selalu mengagumimu.


Aku menyukai lautan,

Pernah sekali aku membawamu pada sebuah ember kecil milikku. Ku rengkuh beberapa genggam pasir pantai bersama air lautan. Hendak kubawa ke rumah untuk diriku sendiri. Sesampainya di sana aku sadar. Itu sama sekali bukan lautan. Hanyalah sebentuk mati dari bagian dirimu. Tak pernah sekalipun hidup, tak pernah sekalipun menjadi dirimu seutuhnya.

Sebab tempatmu memang bukan di sini. Dan aku takkan pernah cukup untuk dapat memilikimu. Kamu begitu luas, begitu indah takkan pernah sebanding dengan diriku.


Aku menyukai lautan,

Tanpa sekalipun pernah merasa berani untuk menyelamimu. Kamu menertawakanku, aku tahu itu. Bagaimana bisa berkata menyukai lautan hanya dari mengenal permukaannya saja? Bukankah keindahannya ada hingga di dasar lautannya?

Aku malu. Karena memang aku tak tahu apa – apa dan tak bisa apa – apa.


Aku menyukai lautan,

Aku suka caramu mengajakku untuk selalu dekat denganmu. Lewat deburan ombak perlahan yang menyapu kaki ku di tepian pantai. Ramah menuntunku agar berani melangkah diri ke lautan. Mungkin kamu ingin agar ku lebih mengenal tentang lautan. Mengajariku hal – hal yang tak pernah aku ketahui sebelumnya.


Aku menyukai lautan,

Aku sudah mulai berani masuk lebih jauh ke lautan. Semata kaki, sepinggang, sedada, seleher, hingga akhirnya seluruh tubuhku. Aku menyelamimu, lautan. Dan kamu tak pernah sekalipun berbohong padaku. Lautan memang begitu indah adanya, hingga di dasar beserta segala isi yang menyertainya.


Aku menyukai lautan,

Tetapi hidupku di daratan. Aku tak bisa selamanya berada di lautan. Tak bisa pula berlama – lama di kedalaman sebab ku harus kembali ke permukaan untuk sekadar mengambil nafas. Kamu pun tahu aku berulang kali mengulang hal yang demikian padamu. Menyelam untuk kemudian kembali naik ke permukaan, begitu lagi berulang kali. Aku pun tahu, melelahkan bagimu melihatku melakukan hal yang sama berulang kali padamu. Namun jika saja kamu bertanya padaku apa alasannya? Alasannya hanya satu, aku menyukai lautan.

Karenanya pada setiap kali mengambil nafas di permukaan, aku selalu menyimpan rindu untuk kembali menyelamimu, lautan.

Aku menyukai lautan. Karena kesabaranmu begitu luas. Dan cintamu yang begitu lapang tanpa pernah bersyarat pinta barang satupun padaku.


Aku menyukai lautan,

Bersama segala bentuk pasang surut dirimu. Di setiap pagi, siang, dan malammu. Aku selalu suka meskipun harus menunggumu, mengumpulkan banyak rinduku seperti buih di tiap deburan ombakmu padaku jua.


Aku menyukai lautan,

Meski aku sungguh tak pernah tahu dimana letak batasmu. Yang ku tahu hanyalah batasku. Ini batasku, garis suratan antara lelaki dengan lautan. Seseorang yang harus memberi batas atas rasa yang mungkin tak memiliki batas.

Sekali lagi, aku menyukaimu, lautan.

5 pemikiran pada “Aku Menyukai Lautan

  1. Kerasa banget tulusnya si aku suka sama lautan, tapi kok tetep berasa sedih ya bacanya :’)

    “Seseorang yang harus memberi batas atas rasa yang mungkin tidak memiliki batas.” Dalam sekali maknanya 😭😭😭

    Disukai oleh 3 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s