Aruna dan Es Kopinya

“Akhirnya bulan September juga.” gumamku girang dalam hati. Alasannya sederhana, salah satu film yang aku tunggu – tunggu akhirnya akan segera tayang. Aruna dan Lidahnya. Tentu saja kamu jadi orang pertama yang terlintas di kepalaku untuk kuajak nonton bersama. Rasanya aku ingin berbagi penantianku ke kamu juga! Aih senangnya.


Aku pun menghubungimu, hendak membuat janji untuk dapat pergi bersama. Namun ternyata kamu sama sekali tidak tertarik dengan judul film yang kutawarkan padamu itu. Kamu justru menyarankan padaku beberapa judul film lainnya yang tayang juga hari itu. Terus terang aku kecewa (sedikit, atau mungkin banyak? Ah tak tahu lah!) padahal aku sudah menanti film ini sejak lama.

Semua ingin, ku urungkan hanya karena aku ingin bersamamu. Membuatmu senang dengan pilihan – pilihanmu. Lalu kemudian ternyata film yang kita pilih ternyata biasa – biasa saja. Semoga kamu tidak kecewa ya?

Hari demi hari berlalu, berbagai jenis dan judul film bergantian tayang. Dan kita selalu datang ke bioskop ini. Menentukan pilihannya bersama (atau pilihanmu?) kemudian mampir sejenak ke gerai makan dan minuman. Biasanya kamu selalu punya pilihannya masing – masing. Namun saat itu kita sama – sama ingin mencoba minuman yang baru. Es Kopi Susu Pandan dari Aruna dan Lidahnya.

Dan ternyata enak banget! Fix ini mah! es kopi susu pandan bakalan selalu jadi teman setia kami berdua saat menonton film apapun! Gila untuk pertama kalinya aku yang bukan pecinta kopi pun, sepenuh hati menyukainya.

Entah alasan apa belakangan es kopi susu pandan ini mulai jarang ditemui. Ditengah kegalauan kita, lalu datanglah tawaran dari mbaknya untuk coba menu es kopi lainnya, popcinno. Terus terang lidahku tak ramah dengan kopi, jadi buatku semua kopi rasanya sama saja. Ada pahit – pahitnya, yah begitulah! Namun satu yang ku tahu, ternyata kamu suka itu.

Jadi sekali lagi aku mengikuti pilihanmu itu. Di tiap kita kembali mencari es kopsu pandan itu, lagi – lagi selalu es kopi pengganti itu yang ada untuk ditawarkan. Sebuah pilihan untuk mengisi kekosongan.


Hingga pada akhirnya, menu es kopi susu pandan itu ternyata kembali ada. Aku senang bukan main, karena aku sudah menanti – nanti ini dari lama. Berharap aku kembali merasakan es kopi yang aku sukai. Dan kurasa pasti kamu juga akan menyukainya, lagi.

Nyatanya tidak.

Kamu justru membeli es kopi lainnya itu.

Di saat itu pula akupun tersadar, rupanya kamu sudah terbiasa dengan yang lain ya? Sudah pula menyukai itu ya? Bahkan mungkin memang sudah lama sekali melupakan rasanya es kopi susu pandan itu?

“Kamu mau apa?”, tanyamu memecah lamunanku.

“Eh, ya udah aku sama aja kayak kamu.” jawabku pelan.

Kembali lagi, pada akhirnya kamu selalu dengan pilihan – pilihanmu. Sedangkan aku selalu meninggalkan sendirian keinginannya.

Dahulu Arunanya, lalu Es Kopinya, sekarang Akunya?

9 pemikiran pada “Aruna dan Es Kopinya

  1. Kenapa nggak dikominikasikam aja klo km sbnrnya nggak suka. Kalau trs2an dipendem, akan ada saat dimana rasa itu telah sampai pd puncak akumulasinya dan bs meledak shg hubungan klian akn semakin rumit. Aku kurang stuju aja dgn konsep mengikuti kesukaan teman/pasangan hanya krena kita ingin dekat dengannya. Lbh baik menjalani ssuatu yg sama2 diaukai. Beda kesukaan bkn berrt tak bs bersama bukan?

    Disukai oleh 2 orang

    1. Hehehe iyaa mba Ditaaa mau gmnpun yang namanya perasaan teh harus diomongin jujur yaa 🙈

      “Beda kesukaan bukan berarti tak bisa bersama bukan?” Yuuup setujuuu, begitupun sebaliknya, sama kesukaan bukan berarti akan bersamaa jugaa ya(?)😽

      Suka

  2. Cara kerja rasa cinta memang begini ya. Turut menyukai apa-apa yang orang tercinta sukai. Rasanya begitu senang ketika menyelami semua hal tentangnya. Rasanya begitu bahagia bisa membersamainya.

    Namun, yang nggak boleh kita lupa, kita juga harus jujur tentang diri sendiri kan, Mas Toro? Tentang apa yang disuka dan tidak. Supaya orang yang kita suka pun juga bisa memahami segala hal tentang kita. Kita juga berhak diperjuangkan 😀

    Bukankah sebaik-baiknya kisah cinta adalah ‘saling’? Saling mengerti, saling memahami, dan saling mencoba kebiasaan lain.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hehe iyaaa mba Shintaa, aku harus lebih banyak belajar jujur :”

      Makasiiih mbaaa Shintaaa udah ngingetiin akuu, sungguh akunya yang sering lupa, ini bukan tentang “kamu” ataupun “dia” tapi memang tentang “kita” ya mba Shintaaa :”

      Disukai oleh 1 orang

      1. Semangat jujur, Mas Torooo 😀 yakin, seseorang yang sayang sama kita nggak akan pernah ragu untuk menyelami hati, kebiasaan, dan kesukaan kita hihi

        Yap! Ini bukan tentang aku atau kamu. Tetapi, tentang kita 🙂

        Disukai oleh 1 orang

  3. Kita masih muda mas,
    It’s normal we get a sad or disappoint moment at life.
    tpi jgn lupa, jangan sampai terlalu mempengaruhi hidup kita, pekerjaan kita, hobi kita.
    And there’s always someone got your back. 🙂
    take the bright side, ga semua orang bisa jalan dan nonton berduaan :))
    #mewakilijonesjonesdiatasmukabumi

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s